Memahami Suspenssion Intolerance

Memahami Suspenssion Intolerance

Pernahkah Anda mendengar tentang “suspenssion intolerance” atau “suspension trauma“? Jika belum, Anda tidak sendirian. Banyak orang belum mengenal istilah ini, akan tetapi fenomena ini penting untuk dipahami, terutama bagi mereka yang sering bekerja di ketinggian atau terlibat dalam kegiatan outdoor yang menggunakan tali dan harness. Artikel ini akan membahas dan memahami  apa itu suspenssion intolerance, mengapa hal ini bisa terjadi, dan bagaimana cara mengatasinya agar tetap aman dan sehat.

 

A. Apa Itu Suspension Intolerance?

Suspenssion intolerance juga dikenal sebagai suspension trauma adalah kondisi medis yang terjadi ketika seseorang tergantung di udara dengan menggunakan harness untuk jangka waktu yang lama. Keadaan ini bisa mengakibatkan penumpukan darah di kaki dan menyebabkan aliran darah kembali ke jantung menjadi terganggu. Dalam hal ini, jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini bisa berakibat fatal.

 

B. Bagaimana Suspenssion Intolerance Terjadi?

Suspenssion intolerance terjadi ketika seseorang tergantung di harness tanpa banyak gerakan. Harness yang digunakan pada dasarnya menahan tubuh pada posisi tertentu, yang dapat menyebabkan pembuluh darah di bagian bawah tubuh terjepit. Ketika darah terjebak di kaki dan tidak bisa kembali dengan lancar ke jantung, maka suplai darah ke otak dan organ vital lainnya menjadi berkurang.

 

C. Tanda-Tanda dan Gejala

Gejala dari suspenssion intolerance bisa muncul dengan cepat atau secara bertahap, diantaranya :

  • Pusing atau merasa pingsan
  • Mual
  • Kebingungan
  • Keringat dingin
  • Sesak napas
  • Detak jantung yang cepat
  • Kulit pucat atau kebiruan

Jika Anda atau seseorang di sekitar Anda menunjukkan gejala-gejala ini saat tergantung di harness, segera lakukan tindakan pertolongan pertama.

 

D. Faktor Risiko

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami suspenssion intolerance antara lain:

  • Durasi : Semakin lama seseorang tergantung, semakin besar resiko terkena suspension trauma.
  • Kondisi Fisik : Orang dengan kondisi fisik yang buruk atau masalah sirkulasi darah memiliki risiko lebih tinggi.
  • Posisi Tubuh : Posisi duduk dengan kaki menggantung dapat mempercepat terjadinya kondisi ini.
  • Kurangnya Pelatihan: Ketidaktahuan tentang risiko dan cara mencegah suspension intolerance dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya.

 

E. Upaya Pencegahan

  • Pelatihan : Sebelum itu pastikan bahwa semua individu yang bekerja di ketinggian telah mendapatkan pelatihan yang memadai tentang penggunaan harness dan risiko suspension trauma.
  • Penggunaan Alat yang Tepat : Selain itu, gunakanlah harness yang sesuai dengan standar keselamatan dan dirancang untuk mendistribusikan berat badan dengan lebih merata.
  • Istirahat Teratur: Jangan biarkan seseorang tergantung dalam satu posisi terlalu lama. Dalam hal ini, pastikan ada rencana untuk beristirahat secara teratur dan mengubah posisi.
  • Pemantauan : Selalu pantau kondisi individu yang tergantung di harness dan waspadai tanda-tanda awal dari suspenssion intolerance.

 

F. Tindakan Pertolongan Pertama

Jika seseorang mengalami gejala suspenssion intolerance, tindakan pertolongan pertama yang cepat dan tepat sangat penting. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

  1. Turunkan Korban : Segera turunkan korban dari posisi tergantung dengan aman.
  2. Posisi Tubuh : Tempatkan korban dalam posisi duduk atau berbaring dengan kaki diangkat untuk membantu aliran darah kembali ke jantung.
  3. Pantau Kondisi : Periksa tanda-tanda vital seperti denyut nadi dan pernapasan. Jika perlu, lakukan resusitasi jantung paru (CPR).
  4. Cari Bantuan Medis : Segera cari bantuan medis untuk memastikan korban mendapatkan perawatan yang diperlukan.

 

Suspenssion intolerance adalah kondisi medis serius yang dapat terjadi pada siapa saja yang bekerja atau beraktivitas dengan menggunakan harness di ketinggian. Memahami risiko, gejala, dan cara pencegahannya sangat penting untuk menjaga keselamatan. Pelatihan yang tepat, penggunaan alat yang sesuai, dan tindakan cepat dalam keadaan darurat dapat membantu mencegah terjadinya suspension trauma dan menyelamatkan nyawa.

Kesimpulannya mari kita selalu berhati-hati dan waspada dalam setiap aktivitas yang melibatkan ketinggian. Dengan pengetahuan yang cukup dan sikap yang proaktif, kita dapat menghindari risiko dan menjaga keselamatan bersama.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Leading Training & Coaching Provider In Indonesia With National & International

Call Us

Marketing Cikarang

Marketing Medan

Operasional

Costumer Service

Company

About Us

Projects

Team Member

Contact

021-089916788

tmi.update@gmail.com

© 2023.Presented By Digital Marketing PT Trainers Management Indonesia