Manajemen Risiko Terjadinya Kebakaran di Tempat Kerja

  Manajemen Risiko Terjadinya Kebakaran di Tempat Kerja Manajemen risiko kebakaran merupakan aspek krusial yang harus diperhatikan oleh semua pihak yang terlibat. Hal ini dikarenakan untuk menjaga kesejahteraan karyawan dan keberlangsungan operasional perusahaan. Diperlukan langkah-langkah yang efektif, termasuk identifikasi sumber potensi kebakaran seperti arus listrik, bahan mudah terbakar, proses produksi dan lain-lain. Ketika membahas seputar kebakaran di tempat kerja, pada akhir tahun 2023 kita dihebohkan dengan berita terjadinya kebakaran di Morowali, Sulawesi Tengah. Terdapat 2 kejadian kebakaran smelter yang terjadi kurang dari 1 pekan. Kejadian pertama terjadi tanggal 24 Desember 2023 di Kawasan PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Akibat dari kejadian ini puluhan korban meninggal dunia dan mengalami luka-luka. Update tanggal 2 Januari 2024 jumlah korban meninggal dunia sebanyak 21 orang yang terdiri dari 13 pekerja lokal dan 8 pekerja asing. Sementara korban yang mengalami luka-luka sebanyak 38 orang. Penyebab kejadian diperkirakan karena saat pekerja melakukan proses pemeliharaan, masih terdapat sisa slag di dalam tungku yang keluar dan mengenai bahan-bahan yang mudah terbakar. Akibatnya terjadilah kebakaran dan menimbulkan ledakan yang cukup besar. Selang 4 hari kemudian tepatnya pada tanggal 28 Desember 2023, terjadi kembali kebakaran smelter di PT. Gunbuster Nickel Industri (GNI). Insiden kebakaran ini dipicu adanya percikan las di salah satu area pabrik. Beruntungnya tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini. Melihat situasi seperti ini membuat semua pihak yang terlibat di tempat kerja untuk terus menjaga keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Oleh karena itu, manajemen risiko kebakaran di dunia industri menjadi penting sekali untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengendalikan potensi bahaya. Mengidentifikasi Risiko Langkah pertama yang harus kita lakukan dalam upaya manajemen risiko adalah mengidentifikasi sumber potensi kebakaran. Dalam melakukan identifikasi risiko ini melibatkan analisis yang mendalam terhadap titik-titik rawan yang bisa memicu terjadinya kebakaran. Beberapa contoh sumber potensi yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran yaitu arus listrik, bahan mudah terbakar, bahan kimia, proses produksi,  hingga kondisi lingkungan. Maka dari itu, diperlukan identifikasi yang tepat untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran. Mengevaluasi Dampak yang Terjadi Setelah identifikasi risiko dilakukan, tahap selanjutnya yang harus kita lakukan adalah evaluasi dampak yang terjadi. Ini melibatkan analisis terhadap kemungkinan dampak yang timbul akibat kejadian kebakaran. Adapun beberapa dampak yang dapat timbul akibat kejadian kebakaran, antara lain : Operasional Finansial Kesejahteraan Karyawan Reputasi dan Hubungan Kerja Hukum Dengan mendalami evaluasi dampak yang terjadi, perusahaan dapat memahami secara menyeluruh konsekuensi potensi dari risiko kebakaran. Hal ini juga bisa memberikan dasar untuk pengambilan keputusan strategis dalam merancang langkah-langkah pencegahan dan respon yang efektif terhadap risiko kebakaran. Peran Teknologi dalam Pengendalian Risiko Manajemen risiko kebakaran memiliki hubungan yang erat dengan teknologi terkini. Hal ini disebabkan karena teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam pengendalian risiko kebakaran. Penggunaan teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi, akurasi dan responsibilitas dalam upaya pencegahan dan pengendalian risiko kebakaran. Adapun beberapa teknologi yang sudah digunakan di dunia industri seperti smoke detector, alarm kebakaran, APAR, sprinkle dan masih banyak yang lainnya. Pelatihan Karyawan Karyawan adalah aset yang berharga bagi sebuah perusahaan. Dengan memberikan pelatihan yang terencana dengan baik kepada karyawan dapat membantu agar setiap individu bisa memahami peran dan tanggung jawab apabila terjadi keadaan darurat. Selain itu, karyawan yang sudah terlatih dengan baik bisa menjadi pondasi bagi keberlanjutan perusahaan.

Manajemen Risiko Terjadinya Kebakaran di Tempat Kerja Read More »